Selasa, 05 Juni 2012

Habib Ali Al-Jufri

Habib Ali Al-Jufri lahir di kota Jeddah, Arab Saudi, menjelang fajar, pada hari Jum’at 16 April 1971 (20 Shafar 1391 H). Ayahnya adalah Habib Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Alwi Al-Jufri, sedangkan ibundanya Syarifah Marumah binti Hasan bin Alwi binti Hasan bin Alwi bin Ali Al-Jufri. Di masa kecil, ia mulai menimba ilmu kepada bibi dari ibundanya, seorang alimah dan arifah billah, Hababah Shafiyah binti Alwi bin Hasan Al-Jufri. Wanita shalihah ini memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mengarahkannya ke jalur ilmu dan perjalanan menuju Allah. Setelah itu ia tak henti-hentinya menimba ilmu dari para tokoh besar. Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf adalah salah seorang guru utamanya. Kepadanya ia membaca dan mendengarkan pembacaan kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, Tajrid Al-Bukhari, Ihya’ Ulumiddin, dan kitab-kitab penting lainnya. Cukup lama Habib Ali belajar kepadanya, sejak usia 10 tahun hingga berusia 21 tahun. Pada tahun 1412 H (1991 M) Habib Ali mengikuti kuliah di Fakultas Dirasat Islamiyyah Universitas Shan`a, Yaman, hingga tahun 1414 H (1993 M). Kemudian ia menetap di Tarim, Hadhramaut. Di sini ia belajar dan juga mendampingi Habib Umar bin Muhammad Bin Hafidz sejak tahun 1993 hingga 2003. Kepadanya, Habib Ali membaca dan menghadiri pembacaan kitab-kitab Shahih Al-Bukhari, Ihya’ Ulumiddin, Adab Suluk Al-Murid, Risalah Al-Mu`awanah, Minhaj Al-`Abidin, Al-`Iqd An-Nabawi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah, Al-Hikam, dan sebagainya. Selain kepada mereka, ia pun menimba ilmu kepada para tokoh ulama lainnya, seperti Syaikh Umar bin Husain Al-Khathib, Syaikh Sayyid Mutawalli Asy-Sya`rawi, Syaikh Ismail bin Shadiq Al-Adawi di Al-Jami` Al-Husaini dan di Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, juga Syaikh Muhammad Zakiyuddin Ibrahim. Di samping itu, Habib Ali juga mengambil ijazah dari 300-an orang syaikh dalam berbagai cabang ilmu. Penampilan fisiknya mengagumkan: tampan, berkulit putih, tinggi, besar, berjenggot tebal dan rapi tanpa kumis. Wajar jika kehadirannya di suatu majelis selalu menonjol dan menyita perhatian orang. Tetapi kelebihannya bukan hanya itu. Kalau sudah berbicara di forum, orang akan terkagum-kagum lagi dengan kelebihan-kelebihannya yang lain. Intonasi suaranya membuat orang tak ingin berhenti mengikuti pembicaraannya. Pada saat tertentu, suara dan ungkapan-ungkapannya menyejukkan hati pendengarnya. Tapi pada saat yang lain, suaranya meninggi, menggelegar, bergetar, membuat mereka tertunduk, lalu mengoreksi diri sendiri. Namun jangan dikira kelebihannya hanya pada penampilan fisik dan kemampuan bicara. Materi yang dibawakannya bukan bahan biasa yang hanya mengandalkan retorika, melainkan penuh dengan pemahaman-pemahaman baru, sarat dengan informasi penting, dan ditopang argumentasi-argumentasi yang kukuh. Wajar, karena ia memang memiliki penguasaan ilmu agama yang mendalam dalam berbagai cabang keilmuan, ditambah pengetahuannya yang tak kalah luas dalam ilmu-ilmu modern, juga kemampuannya menyentuh hati orang, membuat para pendengarnya bukan hanya memperoleh tambahan ilmu dan wawasan, melainkan juga mendapatkan semangat dan tekad yang baru untuk mengoreksi diri dan melakukan perubahan. Itulah sebagian gambaran Habib Ali bin Abdurrahman Al-Jufri, sosok ulama dan dai muda yang nama dan kiprahnya sangat dikenal di berbagai negeri muslim, bahkan juga di dunia Barat.

Dzikir Akbar

DZIKIR DAN TABLIGH AKBAR MALAM ISRA MI'RAJ MAJELIS RASULULLAH S.A.W. BERSAMA ADDA'ILALLAH AL'ALLAMAH ALHABIB ALI AL JUFRI SABTU, 16 JUNI 2012 PUKUL 20:15 WIB DI MONAS, JAKARTA

Selasa, 08 Maret 2011

Anak Jalanan Kota Makassar


Masalah anak jalanan, bukan sesuatu yang baru untuk dikaji. Semakin banyaknya para pengamen, dari balita sampai remaja bahkan tua, banyak juga kita jumpai diantara mereka yang menjadi tukang bersih-bersih kaca mobil. Hal ini mereka lakukan untuk memperjuangkan hidup, mereka seakan melupakan bahaya yang sangat mengancam keselamatan mereka. Semakin banyak kendaraan menjadikan peluang kecelakaan semakin meningkat, baik antar kendaraan maupun dengan pengguna jalan yang lain dalam hal ini yaitu anak jalanan.

Fenomena anak jalanan ini seakan sudah menjadi sahabat karib dari apa yang disebut kemiskinan. Banyaknya generasi bangsa yang tumpah menjadi anak jalanan sudah barang tentu inilah gambaran kemiskinan di Indonesia yang terintrepentasi dari wajah-wajah mereka para pengamen, glandangan, dan lain-lain.

Keberadaan mereka di jalanan seolah menjadi dilema, mereka dianggap menggangu kelancaran lalu lintas, serta menggangu keindahan tata kota namun sebenarnya kemiskinanlah yang menjadikan mereka melakukan hal itu. Suatu contoh tidak jarang ditemukan anak jalanan seusia pelajar Sekolah Dasar (SD), harus jadi pengamen, tukang bersih-bersih setelah pulang sekolah sampai malam hari tidak peduli panas, hujan serta bahaya mengancam mereka.

Minggu siang, selepas kuliah weekend di kampus, saya berniat untuk mencari tahu kehidupan anak jalanan di kota Makassar. Saya pun bergegas menuju seputaran Fly Over di Jl. A.P. Pettarani.

Namanya Abdul Rahman, seorang anak jalanan yang biasa menjual Koran lokal di sekitar lampu merah Fly Over Jl. A.P.Pettarani - Makassar. Ammank nama panggilannya, sudah sekitar 4 tahun dia berjualan koran dengan penghasilan bersih 10 ribu rupiah perharinya. Dia mulai berjualan koran pada pukul 10 pagi sampai pukul 2 siang.
Ammank memiliki cita-cita yang tinggi untuk menjadi seorang pengusaha namun apa daya dia terpaksa meninggalkan bangku sekolah dikarenakan faktor biaya. Dia sangat ingin melanjutkan pendidikannya yang tertinggal di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.

Ammank tidak ingin selamanya berjualan koran di jalanan, dia sangat ingin merubah nasibnya dan melanjutkan pendidikannya agar dia dapat memperoleh penghasilan yang layak dan secepatnya menikahi gadis pujaannya.

Anak jalanan adalah fenomena sosial yang hingga saat ini terus mencemaskan dunia. Meskipun anak jalanan ditemukan di beberapa negara maju, mereka lebih banyak berada di jalanan kota-kota negara berkembang, mulai dari Bombay, Dhaka, Lima, Meksiko hingga Jakarta. Secara global, diperkirakan ada sekitar 100 juta anak jalanan di seantero dunia. Sebagian besar anak jalanan adalah remaja berusia belasan tahun. Tetapi tidak sedikit yang berusia di bawah 10 tahun. Anak jalanan bertahan hidup dengan melakukan aktivitas di sector informal, seperti menyemir sepatu, menjual koran, mencuci kendaraan, menjadi pemulung barang-barang bekas. Sebagian lagi mengemis, mengamen, dan bahkan ada yang mencuri, mencopet atau terlibat perdagangan sex.

Fenomena seperti ini sebenarnya bisa dimanfaatnkan para pendonatur sebagai sarana untuk ladang pahala. Oleh karena itu bisa dimulai dari sekarang setelah membaca tulisan ini, mulai dari hal yang kecil.dan mulai dari diri sendiri mulai peka terhadap lingkungan sekitar. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna atau bermanfaat bagi orang lain

Jumat, 04 Februari 2011

Dr Eka Julianta : Tinta Emas di Kanvas Dunia

Semangatku tuk menggapai mimpi lebih tinggi lagi semakin bertambah, setelah membaca halaman terakhir buku biografi Dr Eka berjudul "Tinta Emas di Kanvas Dunia". Usaha dan kerja keras beliau di masa-masa sulit untuk menimba ilmu di luar negeri serta menjalin hubungan yang baik dengan para Professor dari Negeri Sakura, memberi energi baru bagi saya untuk kembali menata cita-cita yang tertunda.

Dr Eka Julianta Wahjoepramono Sp BS, kelahiran Klaten, 27 Juli 1958. Dia salah seorang dokter ahli bedah saraf yang masih terbilang langka di Indonesia. Dia sudah menemukan teknologi baru operasi bedah saraf otak, yakni melalui hidung yang disebutnya dengan Trans Clival. Selama kurun waktu 10 tahun, dr Eka sudah menangani operasi 2.839 penderita, dan hanya 2 persen yang gagal dengan berbagai alasan medis.

Prestasi membedah otak berawal pada 20 Februari 2001, ketika Ardiansyah, warga Merak, Banten, datang dalam kondisi kritis. Buruh nelayan berusia sektiar 20 tahun saat itu datang dalam kondisi saraf-saraf lumpuh, kaki dan tangan lumpuh, mata pun melotot, napas tersengal-sengal. Setelah didiagnosa, Ardiansyah ini terkena tumor kavernoma yang telah pecah di pons atau batang otak.
Bentuknya mirip buah arbei. Ukurannya sebesar kelereng. Namun, benda kecil yang bentuknya menarik itu harus dienyahkan karena ia adalah tumor jinak yang bersarang di batang otak,tempat berkumpulnya seluruh saraf manusia. Gara-gara "buah arbei" itulah Ardiansyah, si pemilik tumor ini, tak pernah lepas dari berbagai penderitaan yang mulai dirasakannya. Kepala puyeng, tubuh kesemutan, tangan dan kaki lemas. Tak hanya itu, suara lajang 21 tahun itu juga terdengar sengau dan susah dipahami.
Titik balik penderitaan Ardiansyah dimulai ketika tim dokter RS Siloam Gleneagles berhasil mengoperasi tumor pembuluh darah (cavernous angioma) di batang otaknya. Sebuah operasi yang rumit dan penuh risiko. Kerumitan itu tidak lepas dari peran sentral batang otak, yang meyimpan seluruh saraf. Di sinilah berkumpul pusat saraf pernapasan, peredaran darah, pengatur suhu, gerak motorik dan sensorik, ataupun sistem kesadaran manusia (ascending reticular system). Jika operasi tidak dilakukan ekstrahati-hati, sedikit kesalahan saja sudah bisa membuat pasien cacat berat atau malah tidak pernah bangun selamanya. Sebab itu, Dr. Eka Julianta Wahjoepramono, ahli bedah saraf yang menangani Ardiansyah, mengatakan, "Batang otak sering disebut the untouchable place, yang tak seorang pun berani menyentuhnya."

Setelah berhasil mengangkat tumor dari batang otak, pemilik nama kecil Tjio Tjay Kian itu ditahbiskan sebagai pakar bedah saraf, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia internasional. Perguruan tinggi kaliber internasional, seperti Universitas Harvard, Amerika Serikat; Universitas Toronto, Kanada; dan Universitas Melbourne, Australia, mengundangnya untuk memberi kuliah tentang bedah saraf. Ketiganya memberikan gelar visiting professor kepada Eka. Tak hanya Eka yang puas dengan operasi itu. Lebih-lebih lagi adalah Ardiansyah sendiri. Yatim piatu yang tinggal di kawasan Merak, Banten, ini tak hanya terbebas dari penyakitnya, tapi juga tak perlu terbebani biaya operasi, yang seluruhnya bisa mencapai Rp 20 juta. Menurut Eka, yang juga Ketua Siloam Brain Foundation, seluruh biaya itu memang ditanggung yayasannya. Tidak hanya Ardiansyah, pasien tidak mampu lain yang menderita tumor di otaknya juga bisa mendapat pelayanan yang sama.

Berikut alamat RS Siloam Gleneagles :
Siloam Hospitals Lippo Village
Jl. Siloam No. 6, Lippo Karawaci 1600, Tangerang
Telp: 021-546 0055

Rabu, 02 Februari 2011

Crop Circle 101

Untuk lebih mempermantab dan menambah sedikit pengetahuan tentang fenomena crop circle ini, saya coba tuk menampilkan salah satu penampakan crop circle di Wiltshire County, Inggris. Crop circle ini ditemukan di ladang gandum milik petani setempat, dia menyatakan bahwa ia tidak pernah memberikan akses masuk bagi siapapun ke ladang gandumnya. Ia sangat terkejut ketika menemukan crop circle di keesokan harinya.



Sulit dinalar bahwa manusia membuatnya dalam waktu beberapa jam dalam kondisi gelap, namun terlepas dari semua itu, crop circle adalah mahakarya seni yang sangat indah.



Fenomena Crop Circle

Masyarakat yang bermukim di Yogyakarta khususnya, digemparkan oleh adanya fenomena crop circles dengan diameter sekitar 70 meter pada Minggu pagi 23 Januari 2011 yang diyakini merupakan jejak yang ditinggalkan UFO (Unidentified Flying Object/Obyek yang tidak teridentifikasi) atau ada yang menyebut alien. Beberapa hari kemudian ditemukan juga di Dusun Wanujoyo, Kabupaten Bantul dengan diameter 50 meter.
Coba kita tengok penampakan fenomena ini :

Seperti yang ada di Sleman, hingga jam dua belas malam, warga tidak melihat ada yang janggal, aneh atau mencurigakan di sawah mereka. Mereka saat itu duduk-duduk di luar rumah. Keesokan harinya sudah muncul crop circle tersebut. Sulit dipercaya bahwa manusia membuatnya dalam waktu beberapa jam dalam kondisi gelap dan tanah persawahan yang cenderung basah. Padi yang ada rebah dan tidak kotor kena lumpur, di mana kalau prosesnya diinjak-injak, tentu akan tampak lumpur berlepotan.

Apakah itu "Crop Circle"? Menurut Wikipedia Indonesia;

"Lingkaran tanaman (bahasa Inggris:Crop circles) adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali hanya dalam waktu semalam. Fenomena ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola lingkaran sederhana. Pada masa-masa setelahnya, pola ini cenderung bertambah rumit dan tidak terbatas hanya pada lingkaran semata. Namun karena mengacu pada asal-usulnya, maka istilah Crop Circles ini masih dipertahankan.


Selasa, 04 Januari 2011

Bye Bye CCIP...

Pagi ini saya menerima sebuah email dari Panitia seleksi Beasiswa "Dengan menyesal Saya memberitahukan bahwa panitia tidak memasukkan nama anda ke dalam daftar tersebut. Kami harap Anda melamar kembali untuk program beasiswa kami di tahun-tahun mendatang"

Beughhh :( :( pengen rasanya Kumite melawan 100 orang terus ke laut dan berteriak sekencang-kencangnya......!!!

Siapa sih yang pengen GAGAL?


Namun sudahlah, goodbye CCIP, kegagalan tidak selamanya merupakan bencana. Ini pertanda bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan. Maha Pencipta menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari. Kesuksesan yang kita terima akan selalu sesuai dengan kapasitas yang kita miliki. Jika kita menerima kesuksesan di luar kapasitas diri, malah kita akan jatuh lebih dalam dan gagal lebih parah.

Saya bersyukur masih memiliki seseorang yang selalu mendukung dan berharap banyak akan keberhasilan saya.
Saya yakin akan ada KESUKSESAN yang menanti di 2011 ini, I will give my BEST.

Senin, 03 Januari 2011

Selamat Datang 2011

Senin siang di tahun 2011, hari ini beberapa teman kantor menempati ruangan baru atau lebih tepatnya dimutasi. Per tanggal 3 Januari 2011 mulai diberlakukan kebijakan baru yang berupa absensi sidik jari terkait dengan PP 53 Tahun 2010. Tadi pagi ane cepat-cepat muncul di kantor dan merekatkan tangan di mesin absensi sebelum pukul 07.30 Teng...


Sialnya semalam aq tidur pukul 01.30 pagi dikarenakan nonton the Longest Yard di Trans TV :p trus aq sempetin tuk bangun Sahur pukul 04.15 pagi.
Alhasil kedua mata ini terasa berat sesampainya di kantor, Whoaaammm heheheheee...

Tahun 2011 ini Aq berharap beberapa Impianku dapat menjadi kenyataan, Tahun ini juga aq berharap agar bisa memberikan pelayanan terbaik dalam melaksanakan tugasku sebagai PNS. Aaaamin ya Rabb.

Selamat Datang 2011,
Semoga Tahun ini bisa lebih baik dari Tahun lalu...
GANBATTE KUDASAI :)

Selasa, 01 September 2009

Gaji Papa Berapa..??

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. 'Kok, belum tidur ?' sapa Andrew sambil mencium anaknya.


Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, 'Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?' 'Lho tumben, kok nanya gaji Papa? Mau minta uang lagi, ya ?' 'Ah, enggak. Pengen tahu aja,' ucap Sarah singkat. 'Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?' Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. 'Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong' katanya. 'Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur' perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, 'Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?' 'Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek mau mandi dulu. Tidurlah'.
'Tapi Papa....'Kesabaran Andrew pun habis. 'Papa bilang tidur !' hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, 'Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih' jawab Andrew 'Papa, aku enggak minta uang.

Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini'. 'lya, iya, tapi buat apa ?' tanya Andrew lembut. 'Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga.Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa' kata Sarah polos. Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk 'membeli' kebahagiaan anaknya.

Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya....

sumber : FN

Minggu, 30 Agustus 2009

Proposal research...

Minggu, 02.10 pm

Lg sibuk2x neh nyusun Proposal Penelitian buat S1 Degree aq...
insya Allah next two weeks udah bisa tuk seminar Proposal,

wish me Luck :)


Sabtu, 08 Agustus 2009

Breaking NEWS : DENSUS 88 in Action @ Temanggung City

Temanggung, 08.15 WIB

Pengepungan sudah berlangsung selama 17 Jam
Suasana terkini dari TKP, Noordin M.Top terpojok di dalam area wc di bagian sayap Kanan rumah.
Area wd diberondong tembakan oleh Personil DenSus 88, rate of fire (ROF) dari arsenal DEN 88 yakni Senapan Serbu M4 dan Styer AUG, sekitar 30 Bullets/menit.

08.20 WIB
Dan OPS mengeluarkan Perintah bagi orang yg ada didalam rumah untuk menyerah, DAN OPS sempat Berkomunikasi dengan tersangka, dan tersangka mengakui bahwa dirinya adalah Noordin sembari diiringi suara rintihan. Beberapa peluru sudah bersarang di badan tsk.

08.25 WIB
Personil DEN 88 kembaLi memberondong ke arah belakang rumah, posisi mereka berada di atas bukit belakang rumah. ROF sekitar 50 BuLLets/menit.
Dari sekitar 50 peluru yang memberondong TKP, ada 1-5 Peluru yang berasal dari salah seorang personil DEN 88 yg bertindak sbg Sharp Shooter (Penembak Jitu) yg pastix bersarang di badan TSK Noordin.
Sekilas nampak personiL Sharp Shooter yg kemungkinan menggunakan Senapan G3 SG-1 dengan Scope. Doi juga terlihat memakai Goggle merk OakLey.

08.30 WIB
Arsenal DEN 88 masih menyalak dan memberondong bagian beLakang (WC)

08.30 WIB
Peluru deflect wildy, salah seorang reporter dari TV swasta yg berada 10 meter dari TKP hampir terkena pantulan peluru nyasar. Alhasil si Doi kudu ngungsi ke rumah Penduduk 20 meter dari TKP.
Nampakx perlawanan Noordin semakin meLemah dan ruang gerakx semakin sempit, belum terjadi komunikasi oleh Dan OPS dengan TSK sehingga tidak diketahui apakah masih ada tanda2 kehidupan dari dalam rumah.

08.55 WIB
Salah seorang Sharp Shooter dari team DeN 88 yang berada di Depan rumah meLepaskan beberapa kaLi tembakan kearah rumah.
Sharp Shooter yg memakai Jaket Coklat dan Jeans biru terlihat berlindung di tiang Listrik, si Doi menggunakan Senapan jenis BAR (Bolt Action Rifle), Type senapan yg digunakan nampakx Jenis Remington M700 berwarna Hitam.

09.25 WIB
Bom berdaya ledak rendah digunakan personil Den 88, dimasukkan dari Jendela Depan dengan menggunakan 3 batang Bambu Panjang menuju bagian Belakang / WC.

Komando Majuu terdengar Lantang.... 9 Personil Menyergap masukk....
Sebagian besar Den 88 meringsek masuk.... sekitar 25 Personil..

Di daLam rumah masih terdengar sekitar 20 kali letusan senjata, Pintu belakang nampakx terlempar


09.30 WIB
Bom berdaya Ledak Rendah kembali digunakan di Bagian Kiri Rumah, persis dibawah Jendela... ada 5 personil DEN 88 yg sudah bersiaga.
Team ini bertugas untuk mengevakuasi Noordin yg berada di WC bagian Kiri belakang rumah.

09.35 WIB
Personil DEN 88 sejumlah tiga orang yg berada di Depan WC, salah satux mendobrak Pintu dan langsung menembak TSK, terdengar 8 kali letusan suara Pistol yang diarahkan ke badan Noordin.

Bom terakhir batal untuk diledakkan

09.50 WIB
Petugas sudah memasang PoLice Line di rumah TSK, Noordin
Mayat TSK Noordin belum dievakuasi dari TKP

Personil DENSUS 88 terlihat bergembira dan melakukan salam komando sesama DENSUS 88, mereka terlihat sudah melepas heLm TacticaL Hitamx.

Kamis, 06 Agustus 2009

Ayahanda Gubernur Sulsel Meninggal Dunia

Kolonel (Purn) H Yasin Limpo (85), ayah Gubernur Sulsel Dr H Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, meninggal dunia di RS Grestelina Makassar, Selasa, pukul 11.45 Wita.


Almarhum Yasin Limpo dirawat di RS Grestelina kamar 306 beberapa hari lalu karena penyakit kanker prostat yang dideritanya sejak beberapa tahun.

Sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Haji Bau Makassar, sejumlah pejabat telah melayat di rumah sakit di antaranya Ketua DPRD Sulsel M Roem, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, sejumlah anggota DPRD Sulsel serta pejabat sipil dan militer.

Semasa hidupnya almarhum pernah menjabat Bupati Gowa dan Maros, juga adalah salah seorang pendiri Partai Golkar di Sulsel dan menjabat Ketua DPRD setempat. Yasin Limpo juga adalah tokoh Pramuka dan menjadi Ketua Kwarda Pramuka Sulsel sebelum posisi itu dialihkan kepada putranya Syahrul yang kini menjabat Gubernur Sulsel.

Putra dan putri Yasin Limpo menduduki sejumlah jabatan penting di Sulsel ,di antaranya Syahrul (Gubernur Sulsel), Ichsan (Bupati Gowa), Tenriole (Ketua DPRD Gowa), Haris (anggota DPRD Makassar), Dewi (Ketua Partai Hanura), dan Irman (Ketua BKPM) Sulsel.

Sementara itu, istri almarhum Nurhayati adalah anggota DPR dari Partai Golkar. Almarhum Yasin Limpo menurut rencana akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Bontonompo, Kabupaten Gowa pada Selasa (4/8).

Selamat Jalan, Tetta...

.antara.

Selasa, 21 Juli 2009

Pagi yang indah

Selasa Pagi, 08.24 a.m

Masuk kantor lagi setelah Libur tiga hari...
Hummm Segarnya pagi ini,
Tadi pagi sarapannya 1 Potong Roti Gandum from BreadtaLk plus L-Men
masih brasa kenyang sehh :)

btw ukuran pinggang udah berkurang, di kisaran 85cm nehh
ada progress lah walaupun agak lambat...

Ntar sore ngeGYM lagi waluapun masih cardio muLu, tau nehh kapan boLeh angkat beban lagi nunggu saran dari Bro Budi, si Instruktur.


Jumat, 17 Juli 2009

Humor Jum'at Pagi 2 (muup sdikit parno)

Lu Kira Gue...

Umar lagi asik-asiknye nonton bola depan tipi, tau-tau bininye nyelonong:

"Bang, lampu teras putus, tolong gantiin ame yang baru dong!"

"Masang lampu ?!!!, lu kire gue PLN apah...!!!" saut Umar enteng.

"Ya udeh kalo kaga mau, benerin aje keran kamar mandi, itu tuh aernya ampe luber-luber"

"Benerin keran ?!!!, lu kire gue PAM kali...!!!"

"Ya udeh, kalo lu pegi beli rokok ke warung aje gue nitip minyak"

"Lu kagak bisa liat orang lagi enak nonton kali ye, lu kire gue PERTAMINEEE...!!!" Umar sewot.


Lantaran berasa digangguin terus, Umar ngeloyor ke rumah tetangge, balik-balik jem 2.

Tapinye Umar kaget lantaran terasnye udah terang. Terus Umar ke kamar mandi, aer udah kaga luber-luber; ke dapur jerigen minyak juga udah full tenk.

Paginye Umar nanya ame bininye: "Lu minta tulung ame siape...?"

"Gini bang, abis abang minggat, gue nangis di teras. Terus ade cowok ganteng lewat nanyain gue. Gue cerite ape adenye, juga soal abang nyang sewot. Terus die nawarin buat ngebantuin, tapi ada syaratnye."

"Ape syaratnye...?" Umar pingin tau.

"Syaratnye bisa pilih, gue bikinin die roti atawa tidur ame die"

"Terus yg pasti elu bikinin die roti kan...?" Umar ngedesek.
"Bikinin roti ?!!! .. Lu pikir gue HOLLAND BAKERY apee...?!!!"


Humor Jum'at Pagi 1

Cara Meminta Kenaikan Gaji

Seorang karyawan pergi menghadap ke atasannya dan berkata dengan serius:
"Bapak sebaiknya menaikkan gaji saya, sekarang juga."

"Huh! Apa alasannya?" tanya si atasan penasaran dengan sinis tanpa menoleh.

"Perlu Bapak ketahui, sekarang ini sudah ada 5 perusahaan besar dan bonafid yang sedang mengejar-ngejar saya"

Kali ini si Atasan menoleh. "Oh ya ?! Perusahaan apa saja itu ?" tanyanya dengan nada cemas.

"Citibank, PAM , PLN , TELKOM , dan terakhir BTN"


Kamis, 16 Juli 2009

Susux LeLaki...

Kamis Malam, 21.00 Wita

Baru aja minum Susu Khusus Pria..
Aq naruh 4 Scoop (sendok takar) plus air 200cc
namax ISOBOLICS...

Barang siapa yang udah biasa mencoba L-Men, bolehlah kiranya untuk beralih..

Pada label seh tercantum rasa Chocolate,
Namun pas di minumm,,, Oohhhh Gosssssssshhh, Pahitt... n berasa Susu Kadaluarsa gitu...
kalo bukan karena hargax yang lumayan nguras bak mandi.. eh Dompet.. aq nda bakalan habiskan mpe tetes terakhir.

demi Tubuhku, aq reLa tuk berinvestasi... haLahhhh :p


Whats wrong....

Kamis Malam, 20.30 WiTa

Udah dua hari ini mood tuk latihan berkurang DRASTiS...
Dunno whats wrong wit me.. Keqx Mind ama MUSLCE nda seiring-seJaLan,
aLhasiL keringat yang aku tunggu sembari melakukan Latihan CARDiO tak kunjung keluar..

Tadi ktemu Bro Budi si Instruktur,
dia berbaik hati tuk memantau Progress Latihanku dengan mengukur Kadar Lemak dan lingkar pinggang menggunakan aLat ukur khusus.

Per 16 JULi 2009
Kadar Lemak : 21,30%
Kadar Air : 53%
Berat Badan : 78 Kg
Lingkar Pinggang : 88 Cm

Buseeeeettt... Badan aq udah keq Om-om jadix... Lemak dimana-mana

Keqx aq musti lebih giat nehh...

Gosssh :(


Minggu, 12 Juli 2009

Nge GYM lagi setelah sekian lama...

Minggu Pagi, 10.15 WiTa

Akhirnya terkumpul juga Duit buat ngeGYM di SCORPION GYM located di Jl.Pengayoman, sebelum SPBU.
Kalo ngambil yang bulanan ajah dikenai biaya 220 rebu,
Jadinya Aq ngambil Promo 3 Bulan dapat free 1 Bulan totally 525rebu

Sebenarnya aq udah mulai seh sejak 3 Minggu lalu, 2 Minggu pertama Aq berlatih beban layaknya pemula yang mulai kenal dunia Fitness. Semua alat kucoba, Latihan Bahu aq gabung dengan latihan dada, Treadmill belum aq sentuh coz tujuanx untuk menambah otot... pokokx newbie abis
Nyampe di rumah indomie goreng plus telur masih menjadi menu favorit.

Namun 1 minggu ini, semenjak sering bertukar pikiran dengan Bro Budi si Instrukur Fitness..

Aq Memutuskan untuk Menentukan My MAIN GOAL... Loosing FAT !!!

Sekali lagi aq berinvestasi untuk mendapatkan suplemen yang sesuai dengan tujuan aq ke depan. Aq belinya ama Bro Budi, THERMONEX by BSN sekalian ama Bubuk Protein ISOBOLIC by NUTRABOLICS.

Harus Totally nehh coz udah invest sekian ratus ribu,
Aq muLai dari POLA MAKAN sehari-hari, pola yang aq terapkan berdasarkan pengalaman dari sekian banyak orang yg sukses menurunkan kadar lemaknya.

>>> NASI PUTIH kuhilangkan dari Menu Sehari-hari <<<

Menu Makan Aq 4 Hari terakhir sejak 09 Juli

Pagi 06.00 : - 3 Butir Amino Acids (UNIVERSAL NUTRITION)
2 Buah Pisang
3 Butir Telur (Putihnya only, forget the YOLK ! )
4 Scoops L-Men (L-Men Adv.Formula + L-Men Platinum)
2 Butir Multivitamin (WELLNESS)

Jam 10.00 : - 1 Protein BAR L-Men
1 Caps Thermonex (BSN)

Lunch 12.30 : - Ikan Bakar / Siomay Kukus + Tahu Putih @ CakMan
Kentang Rebus / Pisang ( Bawa dari rumah )
3 Butir Amino Acids (UNIVERSAL NUTRITION)

Jam 3 Sore : - 1 Protein BAR L-Men ( 1/2 before and 1/2 after Workout)
2 Caps Thermonex (BSN)

Jam 06.30 : - 3 Butir Telur (Putihnya only, forget the YOLK ! )
Kentang Rebus
4 Scoops L-Men (L-Men Adv.Formula + L-Men Platinum)

Jam 09.00 : - 4 Scoops ISOBOLICS Whey Protein (NUTRABOLICS)

Jam 10.00 : - 2 Caps FISH OIL (WELLNESS)


Untuk cemilan apabila perut nda maw kompromi coz Nasi Putih dihilangkan dari Peredaran, Buah Kurma will be the BEST cukup 1 or 2 Biji.

Yang paling penting, supaya nda dehidrasi coz Thermonex lumayan ngefek bikin Bibir pecah2 aq Minum Air Minimal 3 Liter = 2 Botol Mineral ukuran Gede sehari.

Insya Allah ntar siang maw ngeGYM lagi n fokus ke Cardio n ABS Workout till next week.
Wish me Luck


Selasa, 07 Juli 2009

Tiba Masa Tiba AkaL aLa KPU

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa warga negara yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) akhirnya boleh memilih dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) atau paspor yang berlaku. Dengan demikian, hak politik calon pemilih yang tidak terdaftar tidak dirugikan.

Putusan ini dikeluarkan oleh MK, Senin (6/7), atas pengajuan permohonan oleh Refly Harun dan Maheswara Prabandono untuk menguji Pasal 28 dan Pasal 111 ayat (1) UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang Pemilihan Presiden. Pasal-pasal ini hanya membolehkan pemilih yang terdaftar di DPT untuk dapat memberikan hak politiknya pada tanggal 8 Juli mendatang.

Menanggapi putusan MK mengenai penngunaan KTP dan paspor uuntuk pemilih yang tak memiliki DPT, malam ini KPU melakukan perubahan peraturan KPU nomor 29 tahun 2008 dan nomor 46 tahun 2009 tentang regulasi pencontrengan.

Dalam konferensi pers, anggota KPU Andi Nurpati menjelaskan, sesuai putusan MK bahwa pemilih yang tak terdaftar dapat memilih menggunakan KTP atau paspor. "Dengan catatan, bagi pemilih menggunakan KTP harus menyertakan kartu keluarga (KK). Sementara pemilih di luar negeri cukup menunjukkan paspor", jelas Andi.

Sementara untuk mengantisipasi tindakan kecurangan, KPU menetapkan pemilih yang menggunakan KTP hanya boleh mencontreng di wilayah RT atau RW tempat tinggal yang bersangkutan. Sebagai contoh, seorang mahasiswa di Jakarta dengan KTP asal Semarang hanya boleh mencontreng di tempat asal KTP-nya.

Para pemilih yang tak memiliki DPT tersebut juga hanya diperbolehkan mencontreng satu jam sebelum waktu pencontrengan selesai. Dengan kata lain pemilih tersebut hanya boleh mencontreng pukul 12.00 waktu setempat.

Mengenai peraturan baru ini, Andi menjelaskan pihaknya akan segera mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan kepada ketua PPS dan PPK setempat untuk mengimplementasikan peraturan baru ini

Sumber : Kompas

Senin, 06 Juli 2009

Mr Mallarangeng: "Quo Vadis...!

Yang membedakan seorang "bibit pemimpin" yang andal dengan bibit yang keropos (alias narsis), adalah apa yang lasim disebut: Kerendahan Hati. Bibit yang katakanlah "unggul" tersebut, tahu dan paham secara mental, apa arti "merendah".

Merendah itu, menampung! Lawan diametral dari sifat menampung ini, adalah ketinggian hati.
Ketinggian hati selalu menempatkan diri di pucuk, sehingga tak mampu menampung apa pun, kecuali keangkuhan.

Dan keangkuhan tak bisa lain artinya, ya, sama dan sebangun dengan karakter narsis tadi. "Narsis" itu adalah julukan seorang pengarang yang jatuh cinta pada bayangan dirinya dalam air. Dari bayangan diri dalam air, si Narsis selalu bersimpul kata: "Akulah yang ter-baik, yang ter-benar, yang ter-tampan, yang ter-cerdas!"

Ia lalu menjadi identik dengan satu-satunya kosa-kata, yaitu: Aku! Aku, lalu berkembang menjadi sebuah paham, yaitu: aku-isme, narsis-me, ego-isme!" Ini adalah bentuk "sosialisasi-diri, supaya semua orang tahu, supaya semua orang memberi apresiasi tentang keunggulannya: "Akulah dan bukan kamu yang mampu berposisi di pucuk!"

Kerendahan-hati hanyalah sebuah utopia dari orang-orang yang berposisi di kerendahan "status" sebagai orang-orang kampung. Lebih jauh dari itu, posisi orang-orang kampung tadi, yang mulanya diposisikan sebagai sekadar "kata benda", digeser ke kata sifat, yaitu: sebagai makhluk-makhluk kampungan!

Sang Narsis pun dengan seenak perut menari-nari (tanpa kendali nurani yang meneriakkan apa yang diistilahkan Erich Fromm dalam "to have or to be",--dengan kata-kata: "I am what I have (or what I consume!").

Artinya: "Saya ini, adalah apa yang aku miliki, dan apa yang aku santap!" Inilah manifestasi seorang pribadi, yang mengidentifikasi diri, dengan apa yang dimilikinya, apa yang dikonsumsinya! Jauh dari karakter yang menjunjung tinggi apa yang disebut ke-mulia-an diri (net to have, but to be),--yaitu bukan soal apa yang aku miliki, bukan soal status,

bukan kedudukan, bukan kekayaan benda, yang membuat aku "diri-sejati" melainkan eksistensi yang ber-nurani.

Semua ini berproses dalam jalan panjang ke-Ilahi-an, menuju apa yang disebut Abraham Maslow: "puncak pengalaman pemuliaan-diri, yang terekspresi dalam sikap dan perilaku kerendahan hati tadi.

***
Berdasar pada pemikiran di atas (yang saya sebut pemikiran umum saja, tanpa keinginan dan tendensi untuk mengait-ngaitkannya dengan posisi seseorang). Saya pun mencoba merelevansikannya dengan kondisi dan realitas lingkungan sosio-kultural kita saat ini, yang sedang gemuruh-gemuruhnya ber-politik praktis,--terutama menjelang Pilpres 2009.

Menurut hemat saya, proses politik yang saat ini kita jalani, tidak lain dari proses machtvorming, berkaitan dengan rumus politik "siapa-pendapat-apa?" atau "who-gets-what?" Politik di sini memang adalah bagaimana kekuasaan diolah, begitu rupa,

sehingga: "Aku bisa duduk di kursi!" Dengarlah seruan-seruan kampanye itu, berupa hujan deras jargon: "Sayalah yang terbaik!" Anda belum waktunya! Maka pilih SBY-Boediono!

Akan halnya di sela-sela gemuruh proses itu, kita terpaksa bertanya: "Macam apa model kampanye Mister Mallarangeng (yang Andi itu?). Hendak kemana ini? Quo Vadis? Andi ini, boleh dibilang adik atau (anak) saya, almarhum ayah beliau lama bekerja sama dengan saya ketia beliau Walikota Parepare, dan saya ketua PWI Sulsel.

Andi Mallarangeng dalam kampanye di stadiun Mattoanging,--untuk menjastifikasi dirinya sebagai orang Sulsel (saudara se kampung),--ia mencoba menggali bagian kecil dari "kearifan" Bugis. Ia, misalnya mengutip adagium "maradeka to Bugis-e" (termasuk Makassar, Mandar, Toraja) yang diejahwantah sebagai kemerdekaan bebas dan merdeka" dalam kaitannya dengan penentuan pilihan politik.

Khususnya dalam pilihan Presiden 2009. Saya kira, pernyataan ini sah-sah saja, sebagai konsekuensi dari politik tahap "who-gets-what". Tapi ketika ia menyebut belum waktunya bagi orang Sulsel memimpin negeri ini, akal sehat kita pun terganggu.

Rasa "terganggu" itu, tidak saja berkaitan dengan eksistensi sebuah komunitas", yaitu manusia Sulawesi selatan, tapi juga (dan ini terutama),--yaitu nilai-nilai kesatuan dan persatuan kita sebagai sebuah bangsa.

Apabila seorang Ben Anson pernah berkata "sebuah bangsa adalah hal yang dibayangkan, --the imegi community,--maka bagi saya itu artinya, bangsa ini sedang berproses menuju eksistensi yang padu dan utuh.

Suatu pencapaian "sentripetal" yang kita tengah perjuangkan mati-matian, dari suatu realitas "sentrifugal"yang di sana-sini masih menyimpan ceceran remah-remah yang "meretakkan", yang beraroma SARA. Siapapun yang berakal sehat, pasti bisa mencium bau kampanye Bung Andi ini, sebagai mengadung bahaya.

Dalam merespons keberatan dan kritik yang ditujukan kepada dirinya, Mr Mallarangeng, bertahan: "Tak ada yang salah dalam pernyataan saya!" Bahkan dia mengutip kearifan Bugis (sebenarnya ini kearifan dari Wajo: artinya ia tak bisa membedakan karakteristik dari masing-masing sub kultur lokal) yang berbunyi khas Wajo: "Adek-emi ri pepuang" (hanya adat yang dipertuan).

Saya bingung, kata adat yang dipertuan ini, konteksnya apa dengan realitas politik menuju Pilpres 2009? Jika "adat" atau "ade" dikaitkan "tu maradeka" yang juga ekspresi dari kultur politik Wajo pada zamannya,

ya, memang jelas konteksnya: "bahwa kebebasan harus ada rambu-rambu hukumnya. Ini artinya, bahwa leluhur kita di Bugis, kultur politiknya sudah sejak dulu bisa mewanti-wanti kemungkinan terjadinya "anarki"

Sebelum di dunia barat ada Machieveli dengan adagium politik "the ends justified the means" (penggagalan cara demi tujuan), kultur plitik Bugis sudah bisa membayangkan kemungkinan terjadinya politik tribalisme: "Siare-Bale" atau homo-hmini-lupufs. Dengan kata lain manusia Bugis sejak dulu telah "matang" berpolitik.

Telah teruji dalam mengatur tatanan "hukum" lewat adagium "Ade-emi-ri popuang", setiap orang kedudukannya sama di depan hukum. Sekaligus telah matang untuk hadir sebagai "negarawan". Lalu mengapa ada kesimpulan dari Bung Andi bahwa orang Bugis belum waktunya jadi presiden?

***
Dalam hal berkehidupan Demokratik, manusia Bugis Luwu telah menetapkan strata sosio politik (maaf kalau saya salah catat), tentang tata aturan yang lebih terurai. Dalam bahasa Bugis berbunyi: "Luka taro Datu telluka taro Adem luka taro ade telluka taro Anang,

luka taro Anang telluka taro tumaega" Artinya: "Batal kata Raja tak batal kata Hukum, batal kata hukum tak batal kata pemuka masyarakat di daerah, batal kata pemuka di daerah, tak batal kata orang-banyak (tumaega).

Inilah inti demokrasi Bugis (Luwu) yang secara singkat disebut "Kekuasaan Laut Pasang",--kekuasaan bersumber dari bawah (dari orang banyak, Rakyat). Jadi kalau kearifan leluhur Bugis ini, dikaitkan dengan politik kontemporer kita khususnya menjelang Pilpres 2009, --maka yang menentukan bisa tidaknya orang Bugis menjadi Presiden, itu berdasar (Ada Tumaega),

alias "kata orang banyak", alias kata manusia Sulawesi Selatan sendiri. Tanpa ada embel-embel yang "menggurui" dari Mr Mallarangeng yang menyebut: "Orang Sulsel belum waktunya jadi Presiden".

***
Adapun menyangkut tak adanya niat dari Andi untuk minta maaf dan mengakui kesalahnnya, ini adalah soal "Getteng",--bahasa Bugis tentang sikap "tegas kencang" tapi di jalur yang rada miring. Respons-responsnya dalam menjawab kritik dari banyak orang, cenderung beraroma "debat kusir".

Maka dengan segal hormat, saya mengusulkan beberapa hal: (1). Penyelesaian secara kekeluargaan, dan kalau Andi tak bersedia, ya jalan kedua; (2) Diharap pihak universitas atau prakarsa Unhas, dilakukan forum ilmiah, untuk menyangkut ke permukaan "kebenaran" yang bisa menjadi referensi nilai bagi generasi mendatang

Oleh : Sdr.Rahman Arge